Senin, 08 Agustus 2016

DEDI KUSWANDI, S.Pd, M.Pd. (Kepala Sekolah 2014 - 2017)


Dedi Kuswandi, S.Pd., M.Pd.

Dedi Kuswandi dilahirkan  di sebuah dusun tepatnya di kampung Japaraya, Desa Talagasari Kadupandak Cianjur pada 29 Mei 1970 dari pasangan  keluarga sederhana Utom Sumamiharja dan Saripah. Dedi kecil menghabiskan masa anak-anak dan pendidikannya hingga tamat SMP di kampungnya.
Pada tahun 1987, ia menjalani sekolah pendidikan guru di SPG Cianjur. Menginjak masa dewasa Dedi melanjutkan pendidikan dari tingkat SLTA ke sebuah perguruan tinggi di Bandung. Kemampuan Dedi sebagai guru semakin terasah setelah menjalani kuliah di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Islam Nusantara Bandung. Semasa kuliah Dedi menjalani aktivitas mengajar di STM Prakarya Internasional Bandung.  Setelah lulus kuliah  di Bandung Dedi memutuskan untuk kembali ke kampung halamanya di Kadupandak.
Hingga pada akhirnya nasib dan jalan hidup Dedi ditetapkan sebagai Guru PNS (1998) yang ditempatkan di daerah yang tergolong terpecil di Kecamatan Kadupandak Kabupaten Cianjur.



Dari sinilah Dedi mulai banyak berkecimpung dan bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat yang sangat minim dalam hal pendidikan. Hari-hari sebagai guru di daerah dijalani dengan penuh perjuangan. Jarak dari rumah ke tempat kerja di SMP Negeri 2 Kadupandak cukup jauh. Rute perjalanan berkelok dan melewati hutan ditempuh Dedi dalam menjalani tugas pengabdiannya. Tidak jarang Dedi sering menginap di sekolah (doktor) atau menumpang tinggal di kampung Sindangkerta Desa Sukasari Kecamatan Kadupandak. Istri dan kedua anaknya juga sering ditinggalkan di Cilaku Canjur apabila sedang bertugas. Pengorbanan untuk sering berpisah dengan keluarga sudah Dedi jalani lebih dari 18 tahun pengabdiannya di Kadupandak.
Kondisi medan pengabdian yang terpencil dengan berbagai sarana yang terbatas tidak membuat Dedi kehilangan kreativitas., Dedi curahkan waktunya untuk membina siswa melalui mendidik dan kegiatan Pramuka. Dari aktivitasnya ini Dedi  pernah mendapatkan  penghargaan dari Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Cianjur dan satya lencana dari presiden.
Meski sering dipisahkan oleh jarak dan waktu dengan keluarga demi mengajar dan mendidik anak-anak muridnya, suami dari Intarti dan Ayah dari Aulia Rahman dan Syifa Nurahma ini, jarang sekali mengeluhkan kondisi kehidupannya. Semua pengabdiannya dijalaninya dengan tulus tanpa menghitung besaran ongkos dan gaji yang diterima. Dedi sadar betul bahwa untuk pengabdiannya membutuhkan kerelaan hati, menerima keadaan apa pun termasuk meninggalkan keluarganya demi mencerdaskan anak bangsa.
Cita-cita dan semangat pengabdian itulah yang membuat Dedi terus mengabdi  pada masyarakat di Kadupandak dan Cijati hingga akhirnya pada saat ini mendapat tugas sebagai guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah sejak tahun 2013 di SMPN 1 Cijati. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar